Mie Mehooong

Tahukan Anda berapa harga mie yang ada di tangan saya ini  ?

 Harganya tidak semurah yang Anda tebak. Mie yang sudah di tuangi air panas dan siap makan ini saya beli dengan harga Rp. 22.000,– (dua puluh dua ribu), fren !! Wow… kok bisa semahal itu  ??

Yes…itu saya beli di bandara Kualanamu Medan. Sambil menunggu panggilan naik pesawat perut mulai keroncongan…lapaaar. Saya coba ke salah satu “kantin” yang menjual beberapa makanan ringan & tanpa bertanya harga nya saya langsung memesan mie ini. Dan ketika membayar di kasir…..ternyata harganya ….mehooong, lebih mahal dari sepiring nasi rames di pedagang kaki lima di Setiabudi, Jakarta Selatan  !!  Rp. 22.000,– fren !!  wkwkwk……

Mie semacam ini kalau saya beli di toko kelontong yang ada di dekat tempat tinggal saya harganya hanya Rp. 6.000,–…enam ribu rupiah saja. Tetapi kenapa ketika mie seperti itu di jual di area bandara harganya naik hampir 4 X lipat ? Ternyata “tempat” atau “lokasi” sangat mempengaruhi harga jual suatu barang. Kantin atau toko atau rumah makan yang berada di area bandara tentu harga sewanya sangat mahal, dan harga itu “di bebankan” kepada konsumen, termasuk pajaknya.

Fren, tempat berjualan memang sangat menentukan harga jual barang. Sewa toko atau tempat berjualan yang berlokasi strategis tentu akan semakin mahal, dan itu akan di bebankan kepada konsumen pada harga jual barangnya.

Lalu, bagaimana untuk bisa mengurangi biaya “sewa” toko ?? Satu alternatif tempat jualan yang relatif murah adalah di “dunia maya” yang bisa di jangkau oleh konsumen secara online. Jaman “now” hampir semua toko besar mulai membuka “toko online”, tidak di batasi oleh ruang dan waktu. Market place serperti tokopedia, bukalapak, shopee, matahari mall, dll selalu ramai “di kunjungi” oleh konsumen yang berbelanja pada jam berapapun (buka 24 jam !!) dan dari manapun (dari kamar tidur, ruang tamu, pinggir jalan, dalam mobil, dll). Toko-toko besar yang tidak bertransformasi ke online banyak yang mulai gulung tikar.

Membuka toko online ternyata tidak sesulit yang di bayangkan orang. Bisa di pelajari bahkan oleh orang yang “gaptek” sekalipun. Yang di perlukan adalah konsistensi, kerja keras dan kerja cerdas. Mau tahu caranya ? bisa dilihat di sumber bawah ini.

Sumber : silahkan klik  Komunitas_Internet

Salam dari bandara Kualanamu – Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *